Halloween party ideas 2015


PAS. - Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri Bukapalak Achmad Zaky telah Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, kemarin (Sabtu, 16/2). 

Pertemuan terjadi usai kicauan bos platform commerce itu menyinggung soal anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) heboh di lini masa Twitter. 

Namun lebih dipersoalkan warganet tulisan 'presiden baru' pada bagian bawah cuitan Zaky tersebut. 

Netizen yang kesal ramai-ramai memasang tanda pagar #uninstallbukalapak hingga sempat merajai trending topik Indonesia. Meski akhirnya terlempar berganti tagar #uninstalljokowi.  

Dalam pertemuan tertutup dengan Jokowi, Zaky mengklafikasi bahwa maksud anggaran riset untuk membangun Industri 4.0 bukan semata ditujukan ke pemerintah tapi juga ke pelaku bisnis.

Jokowi sendiri menegaskan tak tersinggung dengan adanya cuitan Zaky dan memastikan komitmen pemerintah untuk mengembangkan riset.  

Terkait dana riset, Jokowi mengatakan, pemerintah sudah menganggarkan jumlah yang cukup besar. 

Faisal Basri berpendapat, polemik kicauan Zaky setidaknya membuka kesadaran baru bahwa anggaran R&D Indonesia ternyata masih kalah jauh dibanding negara lain di Asia.

"Semoga kasus pendiri Bukalapak membuka kesadaran baru betapa tertinggalnya kita untuk urusan R&D dan bertekad memacu diri," tulis Faisal melalui akun Twitternya @faisalbasri menyertai capture data anggaran R&D beberapa negara termasuk Indonesia berdasarkan sumber digital.rdmag.com. [rmol]


PAS. - Intelijen Kejaksaan Agung bersama dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menjemput paksa  seorang pegawai negeri sipil (PNS) pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, berinisial BM. 

Oknum PNS semasa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini adalah tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi proses penerbitan maupun fungsi monitoring atas IMB di wilayah Kecamatan Cipayung.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, BM yang sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Nomor: Prin-06/O.1.13/Fd.1/05/2017 tanggal 03 Mei 2017,   telah dilakukan pemanggilan secara patut, namun yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan dari penyidik Kejari. 

Ketika penyidik mendatangi kediamannya diketahui tidak lagi berdomisili di alamatnya.

"Setelah dilakukan pencarian, akhirnya Tersangka BM berhasil diamankan di Perumahan Nuansa Baru, Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur, pada Hari Kamis, 14 Februari 2019 pukul 17.30 WIB. Selanjutnya, tersangka BM dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur guna menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar Mukri. [rmol]


PAS. - Direktur Eksekutif lembaga survey Indikator Politik Indonesia yang kerap dianggap pro-petahana, Burhanuddin Muhtadi berkomentar tentang perang tagar di Twitter.

"Twitter yang dianggap sebagai padang kurusetra dua kubu capres itu hanya diakses segelintir pemilih Indonesia. Perang hastag (tagar) itu entah buat apa," kata Burhan Muhtadi di akun twitternya, Sabtu (16/2/2019).

Burhan menunjukkan bukti hasil survei Indikator tentang pengguanaan berbagai platform media sosial oleh pemilih dimana yang paling banyak adalah WhatsApp (ini bulan medsos), Facebook, Youtube, Instagram, Line, baru Twitter paling buncit.

Pernyataan Burhan Muhtadi ini ditengah ramainya tagar #UninstallJokowi yang mendunia, pasca tagar #UninstallBukalapak.

Pernyataan Burhan ini dibantah oleh Ismail Fahmi, pakar sosial media yang selama ini memotret dan menganalisa berbagai platform sosial media dengan 'Drone Emprit'.

Twitter memang user-nya paling sedikit tapi dampaknya paling besar dan paling berpengaruh.

"Perang tagar Twitter berdampak minim? Tidak benar. Tagar #UninstalBukalapak dan #UninstallJokowi bermula di Twitter, tapi hebohnya sampe FB, media online, WA, TV, bahkan istana. Dari nasional sampe internasional. Why? Ini efek "cross-platform virality," informasi beresonansi," ujar Ismail Fahmi di twitter.

"Cross-platform virality adalah beresonansinya informasi dari satu platform ke platform-platform medsos lain, karena adanya irisan pengguna dari kanal-kanal tsb yang turut menyebarkan. Twitter sedikit usernya, tapi selama ini banyak tsunami informasi yang bermula dari twit atau tagar yang trending," papar Ismail Fahmi.

"Namun, untuk menghasilkan cross-platform virality yang memiliki dampak riil, trending dan percakapan itu harus dilakukan secara autentik, oleh akun real, bukan oleh coordinated inauthentic behavior yang melibatkan bot-bot," kata Ismail Fahmi yang sebelumnya menganalisa akun-akun pendukung Prabowo-Sandi lebih banyak akun-akun ril bukan bot, berbeda dengan akun-akun pendukung 01.

Pakar: Kubu Jokowi Paling Banyak Pakai Akun Robot untuk Kampanye

Ismail Fahmi: Kubu Prabowo Lebih Kuat dari Segi Kekuatan Real User

[portalislam]


OLEH: ZENG WEI JIAN

JENDERAL Moeldoko bukan Ketua TKN. Tapi banyak omong. Dia rilis psychological threat dengan istilah "Total War". I think BPN most ready to accept such challenge. 

Doktrin Total War artinya maximalisasi seluruh kemampuan dan resource. 

Dalam perspektif militer artinya menggunakan infrastruktur, semua jenis senjata, no rules, combatant dan non-combatants sekaligus. 

Biasanya, doktrin ini bersifat short war. German melancarkan serangan cepat Blitzkrieg menguasai Eropa. Jepang menggunakan chemical weapons setelah bertahun-tahun tidak mampu mengalahkan China. 

Amerika bergerak cepat sesaat masuk arena perang World War II. Warga sipil (including children) dipaksa terlibat. Jadi buruh di pabrik-pabrik alat perang. 

Akademisi diubah menjadi teknokrat. Home-makers became bomb-makers. 

Pemimpin Serikat Buruh berubah fungsi menjadi komandan produksi senjata. Dokter, mathematicians, mekanik, dan ahli kimia dimobilisasi demi kepentingan perang total. 

Singkatnya, menurut The Oxford Living Dictionaries, "total war" adalah perang tanpa batas "in terms of the weapons used, the territory or combatants involved, or the objectives pursued, especially one in which the laws of war are disregarded."

Muldoko's Total War mestinya punya spirit serupa. Artinya segala cara ditempuh. Tak terkecuali curang. Tipu muslihat. Kriminalisasi. Gunakan bocah kecil. All out of budget. Maksimalisasi media. Termasuk cara-cara di luar kelaziman. Mobilisasi buzzer, propagandist, black ops, leaflet hitam dan sebagainya. 

Maka BPN harus memilih sebuah doktrin perang sebagai respon dari ancaman Jenderal Moeldoko. 

Nama doktrin itu adalah irregular warfare with guerrilla tactical measurement. 

Definisi klasik type perang ini adalah “A violent struggle among state and non-state actors for legitimacy and influence over the relevant populations.”

Pilpres April 2019 pada hakekatnya adalah asymmetry warfare. Oposisi menghadapi kekuatan raksasa penguasa. Selected battle plans dan hit-n-run tactical outmaneuver cocok diadobsi kubu inferior oposisi. 

Presiden John F. Kennedy mengatakan, "There is another type of warfare—new in its intensity, ancient in its origin—war by guerrillas, subversives, insurgents, assassins; war by ambush instead of by combat, by infiltration instead of aggression, seeking victory by eroding and exhausting the enemy instead of engaging him. It preys on unrest". [***] 

Penulis merupakan Kolumnis; Aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KomTak) . [rmol]


PAS. - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengucapkan terima kasih kepada CEO Bukalapak Achmad Zaky karena telah mengungkit dana riset dan pengembangan di Indonesia. Sandi menilai isu itu penting dibicarakan khalayak publik.

Sebelumnya, Zaky mengunggah konten melalui akun twitternya berisi perbandingan dana riset dan pengembangan Indonesia yang masih sangat rendah dibanding negara-negara lain.

"Saya terima kasih Zaky mengangkat itu, karena ini adalah yang diperlukan bangsa kita untuk memiliki daya saing," tutur Sandi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu malam (16/2).

Sandi menegaskan bahwa dirinya tidak membawa cuitan Zaky ke ranah politik. Dia mengamini bahwa Zaky sempat dituding menginginkan presiden baru akibat cuitannya itu. Namun, Sandi lebih suka diskursus publik berkutat pada dana riset dan pengembangan di Indonesia yang masih rendah.

Diketahui, tak lama setelah Zaky mencuit, beredar tagar #UninstallBukalapak karena banyak netizen yang menganggap Zaky mendambakan presiden baru. Kemudian, #UninstallJokowi ikut-ikutan menggema di Twitter. Bahkan hingga menjadi trending topic 

"Saya mau ini diskursusnya bukan politik, tapi R&D untuk meningkatkan inovasi kita," kata Sandi.

Sandi kemudian memaparkan pandangannya soal dana riset dan pengembangan. Menurut Sandi, perlu ada langkah berbeda untuk meningkatkan dana riset dan pengembangan.

Dia menilai perlu ada kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Alangkah baik pula, menurutnya, jika ada semacam dana abadi khusus untuk riset dan pengembangan. Dana abadi itu bisa berasal dari pajak yang ditarik dari dunia usaha.

"Sehingga dana riset tidak hanya di pemerintah, dan dana riset di pemerintah itu kan tidak hanya untuk risetnya, ada juga untuk gaji pegawainya, maintenance gedung, dan sebagainya," kata Sandi. [cnn]


PAS. - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa dana riset dan pengembangan di Indonesia sudah cukup besar anggarannya. "Supaya kita semuanya tahu bahwa dana pengembangan dan riset ini kita sudah Rp 26 triliun," kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 16 Februari 2019.

CEO Bukalapak Achmad Zaki sebelumnya membuat tulisan di Twitter mengenai data terkait anggaran yang digelontorkan Indonesia guna mewujudkan Industri 4.0. Dalam cuitannya itu, berdasarkan data 2016, pemerintah Indonesia hanya menggelontorkan uang sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp28 triliun yang mana menempatkan Indonesia di posisi ke-43.

Lalu, Zaky pun mencantumkan dua negara terdekat Indonesia yakni Malaysia dan Singapura yang menduduki peringkat 24 dan 25 dan sama-sama menggelontorkan dana untuk Industri 4.0 sebesar US$10 miliar atau sekitar Rp 141 triliun.


Menurut Jokowi, anggaran saat ini sudah cukup besar, namun tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga. Justru, kata Jokowi, pemerintah saat ini sedang menyiapkan sebuah lembaga besar agar anggaran riset dan pengembangan terkumpul menjadi satu supaya arahnya jelas.

"Sehingga, inovasi-inovasi negara ini bisa muncul, muncul, muncul. Sekarang ini tersebar di kementerian dan lembaga-lembaga, sehingga fokusnya ke mana, itu yang kita benahi," ujar Jokowi.

Soal data anggaran dalam cuitannya, Achmad Zaky mengaku bahwa ia merujuk pada Wikipedia. Ia mengatakan belum mendapatkan data terbaru dan masih simpang siur. Namun, ia menegaskan bahwa substansi cuitannya adalah agar Indonesia fokus mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan riset dan teknologi. Sebab, perang ke depan bukan lagi perang antarmanusia.

"Tapi pinter-pinteran, perang inovasi. Kalau enggak fokus di riset kita akan perang harga. Fokus di inovasi kita bisa jadi negara maju," kata Zaky.


Pernyataan Jokowi dana riset Rp 26 Triliun ini yang bikin warganet ngakak...

Karena sebelumnya Bos Bukalapak dibully pendukung Jokowi soal dana riset Rp 28 T ini...

EHHH... ternyata "dikoreksi" Presiden Jokowi jadi Rp 26 T :)

Ternyata yang disampaikan Zaky kegedean 2 T huehehe...





PAS. - Ramai netizen menyerukan #Unisntallbukalapak gara-gara menyindir Presiden Jokowi lewat cuitannya tidak membuat Gibran Rakabuming ikut-ikutan.

Lewat akun bisnisnya @tugasnegarabos, ayah dari Jan Ethes itu tetap mempromosikan Bukalapak.

Gibran mempromosikan ketersediaan jas hujan Tugas Negara Bos di Bukalapak pada postingan terakhir Tugas Negara Bos di Instagram.

“Malas bukan rintangan, apalagi untuk pergi malam mingguan. T-shirt Tugas Negara Bos siap bikin lo tambah pede jalan sama si doi,” begitu keterangan postingan yang diunggah @tugasnegarabos, Minggu (17/2/2019) seperti dikutip Pojoksatu.id.

“Tersedia di Bukalapak,” ujarnya.

Banyak warganet yang mengomentari dan mengapresiasi sikap dari putra sulung Jokowi itu.

Yakni tidak mencampuradukkan antara bisnis dengan politik.

“Respect sama Mas Gibran …sementara byk orang pendukung Pak Jokowi uninstall bukalapak berjamaah…eh msh dipromoin aja bukalapaknya..” ujar @unikaonly.

Namun ada juga yang tetap nyinyir terhadap postingan Gibran.

“Kalo ngga beli di bukalapak, boleh kan?” kata @novridagu.[psid]
loading...
Diberdayakan oleh Blogger.